First Open Mic @ Workshop Stand Up Comedy Atma Jaya

Jadiii… tanggal 2 Desember 2011 kemarin akhirnya gue Open Mic di Workshop Stand Up Comedy! =D

Buat yang belum familiar dengan istilah stand up comedy, biar gue jelaskan sedikit sebagai pengantar. Stand Up Comedy sendiri adalah jenis komedi monolog dan jokes-nya orisinil, makanya jadi beda dengan telling jokes. Open Mic adalah sebuah kesempatan di mana comics (para pelaku stand up comedy) mengujicobakan materi-materi mereka (yang biasanya belum selesai tumbuh atau masih bisa dikembangin lagi) yang bisa disebut dengan bits. Open Mic biasanya ada di cafe atau event yang memang dibuka khusus. Kebetulan Workshop di Atma kemarin ini membuka open mic sebagai praktik dari teori yang diajarkan oleh Ernest Prakasa dan Ryan Adriandhy (2 comics yang masuk 3 besar di Stand Up Comedy Kompas TV) di workshop hari pertama.

Open Mic kemarin ini memang tidak banyak penontonnya. Total yang menonton ada 14 orang. Di antara 14 orang, terdapat 10 orang yang jajal materi. Termasuk gue. Malam sebelum open mic, gue gelisah parah nyari materi dan super ngeri nge-bomb (bomb adalah ketika materi lu ga sukses bikin orang ngakak. Kalo sukses namanya kill). Sampai paginya gue dapet ide untuk ngolah materi tentang nyokap gue dan badan gue (well, itu dua hal yang pasti ditanyain setiap temen lama ketemu gue). Open Mic dibuka jam 6 malam dan yang bikin grogi juga, selain takut nge-bomb, adalah nge-bomb di depan Ryan Adriandhy. Astajim. Ngeri men! Dan gue gak tenang abis selama temen-temen gue jajal materi, nunggu giliran tampil itu menyiksa. Urutannya kebetulan diundi. Jadi, lu baru akan tau siapa yang tampil berikutnya setelah satu orang selesai jajal materi dan di-feedback Ryan. Dan… gue dapet terakhir. Mampus. Closing. Kalo nge-bomb gimana????!!!
Hasilnya? Untung ga nge-bomb. Awalnya sih kata Ryan agak lama/kering, tapi abis itu alurnya enak dan closing-nya kill banget. Setelah gue itung-itung, LPM (Laugh Per-Minute) gue 2-3 dan gue tampil selama 5 setengah menit. Lumayan sih ya untuk pemula. Dan denger-denger, ada penonton yang sempet urutin mana yang paling lucu; gue dapet peringkat ketiga terlucu. Yah… Kalau inget posting-an gue sebelumnya (“Kita lihat sajaaa….”), sepertinya memang terbukti susah tapi bisa sih. Gue berencana untuk jajal materi yang sama di tempat beda, jajal materi baru, dan semoga gue cukup berani untuk audisi di Kompas TV setelah itu. =)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s