I’m making my own path =)

Sejak putus bulan Maret lalu, gue semakin percaya kalau kita itu bisa memilih untuk menjadi lebih baik lagi. Walaupun ujung-ujung-nya ada takdir yang ditentukan untuk kita (yes, I believe in fate), but we do still have choices kok untuk dipilih. Gue belajar untuk sebisa mungkin menghindari berkata “I have no choice but to do this”. Awalnya, motivasi gue adalah “gue tidak ingin disamakan dengan mantan gue yang selalu menyalahkan tempat dan waktu”. Tapi lama kelamaan, gue ingin melakukan itu simply karena gue ingin tetap puas dengan keadaan apapun yang gue miliki. Ketika gue sedih karena A, gue ingin tetap bisa melihat B yang bisa bikin gue bersyukur. Beberapa waktu lalu gue baru saja memilih untuk single lagi setelah sempat pacaran singkat. Sedih ga? Ya sedih. Tapi gue tetap memilih untuk senang. Bukan berpura-pura senang. Ada waktunya gue sedih, ada waktunya gue harus bisa mengobati diri gue dengan tawa dan rasa senang.

Singkatnya. Gue ingin diri gue bisa memilih dengan mudah untuk merasa senang. Stres, sedih, kecewa, marah bukan harus dihindari. Rasa-rasa negatif ada supaya kita tetap aware. Tapi, bukan berarti harus berkubang dan mengeluh.

Based on keterampilan untuk memilih itu, gue sadar bahwa gue sedang membuat jalan untuk diri gue sendiri. Dan, Puji Tuhan, orang tua gue mendukung jalan yang lagi gue bangun.

Ada dua hal yang saat ini sedang gue bangun.
Pertama, terkait mimpi gue ingin menemani orang-orang yang kesepian dan depresi. Gue sempat menulis di Kotak Mimpi Kita tentang mimpi gue tersebut (Ayo, ceritakan dan kirim impianmu ke Kotak Mimpi Kita!). Dan saat ini impian itu sedang dalam proses diwujudkan. Project Smile For The Future berhasil menang dan menjadi salah satu ide terbaik #Beranimengubah (Coca Cola). Gue sangat amat bahagia begitu tahu project gue menang. It means, gue selangkah lebih dekat dengan impian gue. Gue yakin, gue bisa hadir untuk mereka dan membuat mereka merasa lebih baik lagi. Gue semakin yakin bahwa pilihan gue untuk ga kerja kantoran dan memilih jalan ini adalah hal yang benar dan patut gue perjuangkan.
Kedua, terkait stand up comedy. Jujur, gue semakin tertarik untuk latihan dan mendalami seni ini. Semalam gue open mic dadakan sebagai kado ulang tahun adik gue (dia ngerengek minta gue open mic sebagai kado ultah dia, sepanjang gue nonton para comic open mic!!! -___-). I had no preparation at all. Gue cuma inget topik-topik yang pernah gue bawakan di open mic pertama. Gue lupa-lupa inget punchline yang pernah gue bawakan (dan gue baru engeh kalau semalam gue memang ga nyebutin punchline yang dulu gue bawakan). Dan yang bikin panas dingin juga adalah gue tampil setelah Pandji. Gue langsung teringat Psikologi Sosial. Kalau yang sebelumnya performa bagus banget, maka lu akan dibandingkan dengan performa sebelumnya itu. Mampus. Tapi untungnya gak nge-bomb (Puji Tuhan!!!!!). Dan gue semakin ingin mencoba open mic dengan bahan baru. Tentunya lain kali dengan preparation. XP

So… yeah. I am making my own path and I do believe it was my own choice. =)

Advertisements

2 thoughts on “I’m making my own path =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s