Tentang Agama

Kemarin, saya terpukau dengan bagaimana Dalai Lama menjawab pertanyaan “agama apa yang paling baik di dunia?”, yang saya baca di sebuah artikel. Beliau menjawab dengan sangat baik: “Agama terbaik adalah yang lebih mendekatkan Anda pada Cinta (TUHAN), yaitu agama yang membuat Anda menjadi orang yang lebih baik”. Lalu, saya jadi ingat sebuah pepatah yang pernah saya dengar. Let me share it with you. =)

Waktu saya SMA, saya pernah sebegitu kesalnya dengan pertanyaan : “Kamu beragama apa?”.
Soalnya waktu itu saya tidak beragama. Tapi saya percaya Tuhan. Saya berdoa dengan cara Katolik (karena saya sekolah di sekolah Katolik sejak kecil). Tapi, waktu pelajaran Religiositas di kelas 1 SMA, saya dianggap beragama Buddha. Padahal saya tidak tahu apa-apa tentang Buddha saat itu. Jadi, waktu ditanya soal agama Buddha di pelajaran itu, saya merasa malu dan setiap jam pelajaran Religiositas, saya merasa tidak nyaman. Jadinya, ya ngapal aja. Toh ulangan juga bagus-bagus aja. Tapi, saya kesal jadinya dengan pertanyaan “kamu agamanya apa?”.

Jadi, agama saya apa?

Agama saya di KTP itu Katolik. Tapi saya baru dibaptis secara Katolik tahun 2008, waktu saya berumur 20 tahun. Dan sejak itu, saya memang jarang ke Gereja. Saya sering bilang diri saya Katolik NaPas, alias Natal Paskah only ke gereja-nya. Tapi, saya memiliki kesukaan dan kedekatan tersendiri dengan Bunda Maria, saya lebih hapal lagu-lagu gereja daripada orang tua saya yang lebih sering ke gereja, dan saya hapal tata cara misa.

Tapi, sewaktu kecil (kira-kira sampai umur 8 tahun), saya yang anak tunggal ini bermain dengan PRT. Saya ingat dulu, saya sering bermain dengan 6 orang PRT di rumah saya. Semuanya beragama Islam. Jadi, waktu kecil, saya punya mukena, sarung, karpet kecil untuk ikut mereka sholat kalau maghrib. Saya hapal berapa rakaat dan saya hapal doa maghrib di Indosiar (itu loh… yang bunyinya “Ya Tuhan… kini malam-Mu telah datang, siang-Mu telah berlalu, dan suara-suara penyeru-Mu telah diperdengarkan. Maka ampunilah dosaku”). Setiap puasa, saya juga senang sekali karena bisa menemani PRT itu berbuka dan menantikan hari Idul Fitri.

Sebelum dibaptis, selama 20 tahun (bahkan di KTP pertama saya), saya dinilai (yes, dinilai orang lain. Bukan saya yang memilih) beragama Buddha. Mungkin karena saya berdarah Tionghoa, mata sipit, dan megang Hio di setiap perayaan-perayaan kebudayaan Tiongkok. Ditambah dengan fakta bahwa di rumah saya ada altar yang penuh dengan patung Buddha Kwan Im, Buddha Maitreya, Buddha Gwan Gong, dll. Tapi, saat ini, saya memang lebih nyaman dengan ajaran-ajaran Buddha.

What’s my point?

Poin saya adalah…

Agama apapun yang tertera di KTP Anda, aliran apapun yang Anda pegang dan percaya… pastikan agama dan aliran tersebut membuat hati Anda penuh dengan kasih.

Bahkan seaneh apapun aliran yang Anda anut, selama aliran itu membuat hati Anda penuh dengan kasih terhadap sekitar, it is fine! Yah… misalnya aliran Happy Science Religion. Serius, ada aliran itu! Walaupun Science dan Religion dalam satu nama itu…. lucu.
Religion / agama bilang bumi diciptakan Tuhan. Science / ilmu pengetahuan kan bahasnya bigbang theory, pithecanthropus erectus, dinosaurus. Apakah kitab mereka isinya seputar mengungkap tujuan Tuhan menciptakan Veloci Raptor? #masihdemamJurassicWorld #fansJurassicPark #nontonJurassicPark10kalilebih.

Seberapa sering Anda ke gereja, seberapa hapal Anda akan ayat-ayat Kitab Suci, seberapa rajin Anda posting ayat-ayat di media sosial… akan kalah dengan seseorang yang memiliki aliran dengan nama super aneh di telinga kita yang tidak melakukan semua itu, tetapi memiliki hati yang ‘lurus’ dan penuh kasih.

Karena saya pernah mendengar sebuah pepatah bijak yang sampai hari ini saya ingat dengan baik dan saya ingin berbagi pepatah itu di tulisan ini:

“Batas antara surga dan neraka adalah hati kita”.

 

 

Sincerely,

Jessica Farolan (yang sepertinya sudah lebih religius).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s