I’m not good enough, yet. So I’ll learn better.

I’m not saying this as a pessimist.
I’m saying this because I think I just find out the right attitude to become better.

I realized one thing recently, that I complained a lot. Though I learn many things, I learn after complaining. Which usually takes energy, emotions, and a lot of time.

But, today after thinking about it for hours, I came to one realization.
“If my senior (the one who has more experiences and is wiser) was not complaining while he and I were in the same damned situation…. Then, I should not be complaining and learn why my senior does not complain”.
Why?
Simple. He is called senior because he has more experiences that made him think that situation is not damned at all. It’s a piece of cake for him. While it is a big piece of cake for me. I need to learn what makes the cake is just another piece for him. That way, I learn and I become better.

And. I’m not good enough, yet. Because I think I just ate quite a big cake.
But I do believe that it will become another piece of a cake later.

 

Sincerely,

Jessica Farolan (ready to eat more big cakes).

Advertisements

Forgive. And you are free.

I was once thinking that death would set us free. It was the easiest way to get rid all of your pain.

Itu dulu mikirnya begitu; makanya kalimat di atas pakai past tense. Sekarang beda.

Now, I understand perfectly that forgiving will set you free. It will bring you peace.

Death might be the easiest way. It will set you free (may be yes, may be no. I don’t know. I decided to stay alive years ago).
But forgiving will not only set you free. It will give you peace, lessen your enemies, bring back your life to happy state.

“But, how can you be so sure? How do you know?” 

Nothing better than the experiences of a prisoner who is now freed.

 

Sincerely,
Jessica Farolan (ex-prisoner).

Tentang Agama

Kemarin, saya terpukau dengan bagaimana Dalai Lama menjawab pertanyaan “agama apa yang paling baik di dunia?”, yang saya baca di sebuah artikel. Beliau menjawab dengan sangat baik: “Agama terbaik adalah yang lebih mendekatkan Anda pada Cinta (TUHAN), yaitu agama yang membuat Anda menjadi orang yang lebih baik”. Lalu, saya jadi ingat sebuah pepatah yang pernah saya dengar. Let me share it with you. =)

Waktu saya SMA, saya pernah sebegitu kesalnya dengan pertanyaan : “Kamu beragama apa?”.
Soalnya waktu itu saya tidak beragama. Tapi saya percaya Tuhan. Saya berdoa dengan cara Katolik (karena saya sekolah di sekolah Katolik sejak kecil). Tapi, waktu pelajaran Religiositas di kelas 1 SMA, saya dianggap beragama Buddha. Padahal saya tidak tahu apa-apa tentang Buddha saat itu. Jadi, waktu ditanya soal agama Buddha di pelajaran itu, saya merasa malu dan setiap jam pelajaran Religiositas, saya merasa tidak nyaman. Jadinya, ya ngapal aja. Toh ulangan juga bagus-bagus aja. Tapi, saya kesal jadinya dengan pertanyaan “kamu agamanya apa?”.

Jadi, agama saya apa?

(more…)

2012, lalu 2013 =)

Tahun 2012 buat gue adalah tahun yang penuh dengan kesempatan dan keberuntungan. Tahun ini begitu banyak kesempatan untuk menjadi lebih baik dari Jessot di tahun-tahun sebelumnya. Mengingat bahwa 2011 itu kiamat versi Jessot (hehehe), 2012 lompatannya terasa tingginya lumayan juga. And I am one lucky dreamer… Jadi apa yang gue inginkan terjadi di tahun 2012, terjadi dan bahkan ada yang berlimpah.
Setelah gue lihat resolusi yang gue buat untuk 2012, ternyata semuanya tercapai. Baru pertama kali bisa tercapai semua! =D (more…)

Lately, I’ve been busy with…

Just updating what I’ve been busy with these days. =)

Sebetulnya Agustus gue berniat ngetes materi stand up comedy baru, tapi belum bener-bener selesai ditulis dan punchline juga masih kurang asik. Ditambah lagi gue sakit-sakitan bulan lalu. Jadi sampai sekarang masih sedang dirampungkan.
Nah… September gue bakalan sibuk parah untuk training. Dan belakangan ada banyak teman-teman baru yang menanyakan gue kerja apa, lagi sibuk apa, kerjaan tetap gue apa. Nah, ini sekalian ya gue update. =)
Kerjaan tetap gue adalah training. Yup, stand up comedy bukan pekerjaan utama gue…. stand up comedy itu buat gue punya sebutan lain (hobi, seni, katarsis, dll), tapi memang bukan pekerjaan utama.

(more…)

Let’s Make More Laughters! =D

Baiklah… mari menepati janji gue untuk bercerita di posting-an blog beberapa waktu lalu! =)

Mari kita mulai dari beberapa waktu lalu ketika gue dieliminasi dari Stand Up Comedy Indonesia Season 2.
 
It was a great experience to be on stage. Sungguh. Gue sangat menyukai berada di panggung Stand Up Comedy Kompas TV. Mengenal 12 orang sakit jiwa lainnya yang sangat menginspirasi. It was a great pleasure. Ketika gue diumumkan bahwa gue dieliminasi di minggu pertama show, it was not that hard. Yang terasa menyedihkan hanyalah gue kehilangan waktu bersama 12 orang teman baru gue itu. But then it got harder the next days. Terutama ketika show itu ditayangkan perdana. Beberapa kalimat membuat gue merasa kecewa terhadap diri sendiri. Kalau hanya kalimat “eljez tidak lucu”, gue masih bisa handle. Tapi ada kalimat yang sampai saat ini pun masih terngiang di otak gue: “Kesalahan Indra Yr memilih eljez”. That sentence got me thinking that maybe I was a failure, that maybe I wasn’t supposed to be on that stage. Selama satu minggu penuh gue tidak ingin mengingat bagaimana gue di panggung itu, gue tidak ingin open mic. Tapi, gue terselamatkan oleh 3 hal: telepon, twitter, dan pikiran gue sendiri. Gue telepon dengan William SB (bos gue) dan Pandji di minggu itu… mereka membuat gue berpikir untuk tidak menyerah. Twitter membantu gue ketika gue sudah berpikir untuk tidak menyerah; tawaran untuk open mic di UNJ datang.
Open mic di UNJ buat gue saat itu menakutkan. You can ask people who saw me that day that I was trembling.. gue gemetar dan satu-satunya alasan yang bisa gue pikirkan adalah gue gugup. Open mic hari itu tidak buruk, pecah, tapi tidak bisa juga dibilang sangat baik.
 
Sejak open mic UNJ, I admit that I was escaping. Gue tidak ingin terlalu dekat dengan stand up comedy dulu beberapa saat dan gue juga punya alasan bagus untuk mengalihkan fokus. Gue fokus ke Smile For The Future, ke beberapa training yang terus menghujani Aethra Learning Centre. Gue tenggelam dalam kesibukan training. Gue bukan tidak rindu stand up comedy. I missed doing open mics… dearly. Tapi gue terlanjur tenggelam dalam jadwal training dan training adalah hal yang juga menyenangkan buat gue.
Sampai akhirnya suatu malam Ernest mengirimkan DM Twitter ke gue bertanya apakah gue free tanggal 10 Juli 2012. Eits… engga kok, dia cuma bilang bahwa dia udah netepin tanggal untuk Merem Melek Finale dan memang nyokap gue pengen banget dateng ke show-nya Ernest. Beberapa hari kemudian, Ernest message gue via Whatsapp dan menanyakan apakah gue bisa jadi openner dia di Jakarta bareng Kak Diyah (Sakdiyah Ma’ruf). Tanpa pikir panjang, gue mengiyakan. Dan beberapa menit kemudian, gelisah melanda hahahaha. Gue udah lama gak open mic cuuuyyyy!!! Ini sih nekad to the max! Tapi gue inget kata Pandji waktu di telepon itu bahwa gue harus kembali open mic, latihan lagi, buktikan bahwa mereka salah tentang gue. So there are 3 main reasons why I should be doing this:

(more…)

Loooong Time No See! =)

Holaaaa! Long time no see! Udah lama banget gak update blog dan tentunya banyak sekali cerita. Dan ada sesuatu yang epic banget, tapi gue akan cerita kalau udah kejadian yah. Kejadian epic-nya terkait Stand Up Comedy. Well, ini termasuk epic since gue di-eliminasi di minggu pertama Stand Up Comedy Indonesia season 2 Kompas TV hehehehe XD

Life has been quite challenging lately. (more…)