Mengenang 2011 =)

Sejumlah orang mengenang setiap tahunnya dengan caranya sendiri. Ada yang nulis, ada yang hura-hura, ada yang makan-makan, ada yang saling membanting ala petasan tahun baru (apaan??!!!). Gue memilih mengenangnya dengan menulis. Supaya tercatat dan suatu saat nanti bisa gue buka dan baca lagi. Apalagi, kalau tahunnya spesial banget, kayak tahun ini.

Dua ribu sebelas. Beli apa ya yang dengan harga dua ribu bisa dapet sebelas? Beli kacang goreng dapet kali ye? Apaan dah ini. Oke balik lagi. Dua ribu sebelas itu…
Tahun yang buat gue, sangat indah. Tahun yang sangat patut gue kenang dan gue syukuri.

Awal tahun ini memang tidak mengenakkan. I was struggling so hard. My heart was broken. Sempet juga ngerasain yang namanya ada lubang besaaaar banget di hidup gue. Saking besarnya lubang itu, rasanya sulit sekali untuk jalanin hari-hari gue. I grieved so hard. Kalo ada lagu yang bisa gambarin saat itu, pasti lagunya Breakeven-nya The Script. Continue reading “Mengenang 2011 =)”

I’m making my own path =)

Sejak putus bulan Maret lalu, gue semakin percaya kalau kita itu bisa memilih untuk menjadi lebih baik lagi. Walaupun ujung-ujung-nya ada takdir yang ditentukan untuk kita (yes, I believe in fate), but we do still have choices kok untuk dipilih. Gue belajar untuk sebisa mungkin menghindari berkata “I have no choice but to do this”. Awalnya, motivasi gue adalah “gue tidak ingin disamakan dengan mantan gue yang selalu menyalahkan tempat dan waktu”. Tapi lama kelamaan, gue ingin melakukan itu simply karena gue ingin tetap puas dengan keadaan apapun yang gue miliki. Ketika gue sedih karena A, gue ingin tetap bisa melihat B yang bisa bikin gue bersyukur. Beberapa waktu lalu gue baru saja memilih untuk single lagi setelah sempat pacaran singkat. Sedih ga? Ya sedih. Tapi gue tetap memilih untuk senang. Bukan berpura-pura senang. Ada waktunya gue sedih, ada waktunya gue harus bisa mengobati diri gue dengan tawa dan rasa senang.

Singkatnya. Gue ingin diri gue bisa memilih dengan mudah untuk merasa senang. Stres, sedih, kecewa, marah bukan harus dihindari. Rasa-rasa negatif ada supaya kita tetap aware. Tapi, bukan berarti harus berkubang dan mengeluh.

Based on keterampilan untuk memilih itu, gue sadar bahwa gue sedang membuat jalan untuk diri gue sendiri. Dan, Puji Tuhan, orang tua gue mendukung jalan yang lagi gue bangun.

Ada dua hal yang saat ini sedang gue bangun. Continue reading “I’m making my own path =)”

Kita lihat sajaaa… =)

Besok gue akan mencoba mendalami, belajar lebih banyak lagi tentang stand up comedy.

Jujur, gue sangat excited. Kenapa?

Continue reading “Kita lihat sajaaa… =)”

Ketika cara memandang berubah…

Sore ini gue menyadari, betapa hebatnya dampak ketika kita mengubah cara pandang kita terhadap sesuatu. Gue tidak akan berpanjang lebar. Gue hanya ingin notes ini bisa menjadi reminder bagi diri gue sendiri, dan kalau bisa… menginspirasi yang membaca juga sekalian.

Sore ini, gue merasakan kecintaan gue terhadap Indonesia. Gue bersyukur baru sekarang gue merasakan rasa ini, bukan dulu dari gue kecil. Kenapa? Gue bersyukur gue merasakan itu ketika gue sudah lulus, sudah lebih fleksibel jadwal hidupnya, sehingga gue bisa berbuat lebih banyak sebagai output dari rasa cinta itu. Gue bersyukur gue juga sudah dalam kondisi yang lebih sehat lagi ketika gue ingin berbuat banyak. Setidaknya urusan gue sama diri sendiri sudah lebih berkurang. Dan gue akui Tuhan memang punya rencananya sendiri. Gue bener-bener amazed dengan gimana Dia memberikan kepingan-kepingan puzzle untuk gue susun. Dia mempertemukan gue dengan satu-persatu orang yang menuntun gue menuju hari ini. Gue mencoba merunutkan dengan pola pikir gini: “kalau gue ga ketemu si A 4 tahun lalu, maka gue ga akan ketemu B, dan gue juga ga akan ketemu C yang akhirnya bisa memberikan gue insight dan bertemu dengan si D, dst dst”. Luar biasa. Sungguh. Continue reading “Ketika cara memandang berubah…”

23 is GREAT!!! =D

Waaaah! Hari ini hampir selesai! Banyak sekali yang bisa diceritakan… mulai dari yang penting, sampai yang ga penting! Tapi, berhubung tujuan notes ini adalah untuk mengenang suksesnya hari ini, jadi saya akan cerita yang penting-penting saja =D

Oke, mari mulai bercerita! =D

Jadi, hari ini, 2 September 2011, adalah hari jadi saya yang ke-23. Hari ini menjadi spesial bukan karena saya berulang tahun semata. Umur 23 adalah umur baru saya untuk menutup lembaran lama hidup saya dan memulai hidup yang lebih baik lagi. Yah… untuk yang tahu detail apa yang saya alami sejak Januari 2011, pasti mengerti bagaimana saya memaknai pegantian usia ini. Lalu, saya juga memiliki wish list terkait hal tersebut yang saya harapkan terpenuhi (http://eljez.blogspot.com/2011/07/wish-list-for-my-23rd-birthday-d.html). Ada 9 wishes dan Puji Tuhan setengahnya terwujudkan! =D

Tetapi, ternyata ulang tahun ini jauh lebih spesial dari yang saya harapkan!!! Continue reading “23 is GREAT!!! =D”

Wish List For My 23rd Birthday =D

Hmm… kurang dari satu setengah bulan lagi, saya bakal nambah usia. Saya banyak berharap pada usia saya yang ke-23 nanti. Well, ulang tahun pertama di buku baru saya (baca: Buku Baru)… jadi inginnya sih spesial. So, saya tadi sempat berangan-angan apa aja yang bisa bikin saya seneng tanggal 2 september tahun ini. Jadi, saya ingin bikin wish list. Yah, bagus ada yang baca dan bersedia membantu saya mewujudkan *ngarep dikasih kado* HAHAHA XD

Baiklah, ini adalah wish list saya =D

Continue reading “Wish List For My 23rd Birthday =D”

My look is just like a song (read: not a girl, not yet a woman)

Beberapa waktu yang lalu, mungkin sekitar satu bulan yang lalu, saya kembali dikira masih muda. Oke, saya memang masih muda, tetapi… memang segitu mudanya ya??

Baiklah, saya ceritakan dulu apa yang saya alami.
Ketika saya sedang menjalani kuliah di semester 6, saya pernah datang ke acara keluarga dan bertemu dengan saudara jauh yang saking jauhnya saya tidak mengenal dia. Potongan rambut saya saat itu adalah model bob sebahu, saya tidak menggunakan make up kecuali bedak dan lip-gloss, saya menggunakan celana panjang hitam, dan atasan yang ukurannya pas dengan badan, serta jaket putih. Dan berikut percakapan yang terjadi.

Continue reading “My look is just like a song (read: not a girl, not yet a woman)”