Kamu sudah bahagia? Yakin?

Saya masih ingat jelas ketika pertama kali saya submit ide saya untuk program #BeraniMengubah kategori Gaya Hidup & Kesehatan. Ide saya adalah edukasi mengenai bahaya depresi kepada masyarakat (mengingat WHO saat itu mengumumkan Depresi sebagai sebuah krisis global). Ide ini adalah salah satu saran yang saya tulis di skripsi saya; yang artinya topik depresi dan kesehatan mental adalah concern utama saya saat itu. Ide saya menang. Tetapi selama penggodokan, ide tersebut disarankan untuk dibungkus dengan sesuatu yang lebih menarik, yaitu mengubah topik ke arah happiness (instead of something dark like depression).

Menarik. Tapi sulit. Sulit karena happiness is a common sense. I never really read a scientific journal regarding happiness before. Kata bahagia lebih sering saya temukan di buku motivasi ketimbang buku-buku ilmiah, saat itu setidaknya. I was thinking like, “If you want to be happy, just do something that makes you happy. As simple as that”. Kalau makan bisa bikin bahagia, ya makan. Kalau nonton stand up comedy bisa bikin seneng ya nonton. Kadang seneng dan kadang sedih itu ya memang hidup. Sesederhana itu. Bahagia itu ya common sense. Bukan sesuatu yang ilmiah dan ada ilmunya, layaknya leadership atau public speaking.

And that is where I was wrong. Salah banget, karena ternyata ada ilmunya. Salah banget, karena kita bisa kok merasa bahagia terus kalau tahu caranya. (more…)

Advertisements

[NewBlogPost] Seriously. #PerempuanBerHak

#PerempuanBerHak is one precious moment in my life.

fithinkroom

image

Malam tadi, saya baru saja ikutan nonton #PerempuanBerHak. Pertama kali dengar dari twiter, cuman lupa dari akun siapa, karena saya follower salah tiga dari mereka. Dari namanya, agak bisa ditebak kalau yang ngisi adalah perempuan: Sakdiyah, Fathia, Jessica, Alison, Ligwina, dan Gamila.

Seneng banget pas denger acara dengan judul tersebut. Sekarang-sekarang ini udah jarang banget ngikutin standup lokal dengan komika-komika baru. Dulu awal banget pas masih rajin nonton standup di Youtube, inget banget Kak Miund jadi salah satu komika cewe idola. Sejak itu belum nemu lagi komika cewe yang disuka. Jadi ketika tahu akan ada acara #PerempuanBerHak, sungguh rasanya seperti ketemu abang ojek online yang ganteng, wangi, single, pilihan lagunya bagus, tanpa banyak kata, dan tahu jalanan. Langka.

Ditambah lagi, semua orang tahu perempuan adalah makhluk yang paling komplit alias kompli(t)keted. Banyak keresahan-keresahan yang dipikirkan dan dialami. Tapi kok jarang ada yang menyuarakan keresahan-keresahan ini, ya. Kami standup-material banget lho,

View original post 1,486 more words

[Himbauan] Berhati-hati Dalam Mengisi Survey Terkait Isu Sensitif.

Selamat sore teman-teman!

Melalui Facebook notes ini saya ingin menghimbau teman-teman untuk berhati-hati dalam mengisi kuesioner.

Sebelumnya, biarkan saya sedikit bercerita mengenai pengalaman saya.

Sore ini saya baru saja mengkonfrontasi seorang pria muda yang nampaknya sedang menyebarkan kusioner yang berjudul “SURVEY SEPUTAR WANITA”. Survey ini berisikan pertanyan-pertanyaan tentang aktivitas masturbasi yang dilakukan oleh wanita.

Survey-nya aneh, karena:

(more…)

Tentang Agama

Kemarin, saya terpukau dengan┬ábagaimana Dalai Lama menjawab pertanyaan “agama apa yang paling baik di dunia?”, yang saya baca di sebuah artikel. Beliau menjawab dengan sangat baik: “Agama terbaik adalah yang lebih mendekatkan Anda pada Cinta (TUHAN), yaitu agama yang membuat Anda menjadi orang yang lebih baik”. Lalu, saya jadi ingat sebuah pepatah yang pernah saya dengar. Let me share it with you. =)

Waktu saya SMA, saya pernah sebegitu kesalnya dengan pertanyaan : “Kamu beragama apa?”.
Soalnya waktu itu saya tidak beragama. Tapi saya percaya Tuhan. Saya berdoa dengan cara Katolik (karena saya sekolah di sekolah Katolik sejak kecil). Tapi, waktu pelajaran Religiositas di kelas 1 SMA, saya dianggap beragama Buddha. Padahal saya tidak tahu apa-apa tentang Buddha saat itu. Jadi, waktu ditanya soal agama Buddha di pelajaran itu, saya merasa malu dan setiap jam pelajaran Religiositas, saya merasa tidak nyaman. Jadinya, ya ngapal aja. Toh ulangan juga bagus-bagus aja. Tapi, saya kesal jadinya dengan pertanyaan “kamu agamanya apa?”.

Jadi, agama saya apa?

(more…)

Pemeluk Agama Fanatik

Buat gue agama dan fansclub itu punya persamaan.

Sama-sama punya anggota.
Sama-sama punya sosok yang dipuja oleh anggotanya.
Sama-sama punya jadwal rutin gathering/kumpul untuk membicarakan atau memuja sosok yang dipuja oleh mereka para anggota.
Dan sama-sama punya anggota fanatik yang nyebelin.

Tapi…. ada bedanya.
Senyebel-nyebelinnya anggota fanatik fansclub, dia gak akan maksa lu untuk suka sama sosok yang mereka puja. Paling-paling dia cuma ngoceh nonstop soal pujaan hatinya.
Dia gak akan senyebelin pemeluk agama yang fanatik. Yang berusaha menyeret lu untuk mengubah keyakinan lu dengan menghina/menjelekkan/menyebutkan hal negatif/kekurangan dari agama lu.

Gue gak suka dengan pemeluk agama apapun yang fanatik.
Fanatik berbeda dengan lu memang rajin melakukan pelayanan.
Fanatik adalah ketika lu sudah mulai sering memperkosa kata mukjizat.

(more…)

That awesome moments

How I love this:

“Your worst mistake was trusting me that much” –> “I never made a mistake by trusting someone so deep. Maybe, it is you who failed to see the goodness in you that make others have so much faith in”.

“You deserve better” –> “Man, I always have the best. You were one of the best I had that time. Too bad, you decided to leave. And I still have the best time of my life”.

“She’s better off without me” –> “I am. Thank you. Maybe it wasn’t the real reason you left. Maybe it was only a sad excuse you had. But, thank you. It came true. All my dreams come true, my life got better. Immediately, right after you left”.

That awesome moments when you can finally talk back negative words that were thrown at you with some positive words. =)

Sekilas tentang nama anak

Dua bulan lagi, gue bakal dapet ponakan baru lagi. Kabarnya sih perempuan lagi (sebelumnya anaknya cewe juga). Berhubung udah deket, diskusi tentang nama anak pun diangkat. Nama anak sebelumnya itu Kathleen Francis. Yang sekarang? Kayaknya sih Kalea Francis. Sambil diskusi, ada sih becandaan gimana nama anak jangan sampai jadi plesetan ejekan oleh temen-temennya nanti pas besar. Gue punya ponakan cowo namanya Trenton. Gue mikir iseng gitu. Kalau gue jadi temennya, bisa-bisa gue ledek sodaranya tronton kali. Terus, si Trenton dipanggil TJ biar lebih singkat dan keren juga. Lagi-lagi, bisa-bisa gue ledek dengan gue kerja rodi di rumah bikin jalanan khusus buat dia, terus kalau udah gedean gue kasih tau dia untuk berhenti di titik-titik tertentu dan bilang “perhentian berikutnya, WC ruang keluarga. Perhatikan barang bawaan Anda dan hati-hati melangkah. Next stop, bathroom at the living room. Check your belongings and step carefully”. Lumayan kan? Toilet training, sekaligus belajar bahasa asing? Hahaha. (more…)