18 Maret 2012 – Mentoring #5 Program #BeraniMengubah =)

Baiklaaahhhh!!! Akhirnya bisa juga masuk ke blog dan posting! Dari kemarin lemot banget dan gak bisa posting. Kayaknya karena internetnya woles atau gara-gara tampilan baru dari blogger ya? Ah entahlah… tapi, ini diaa akhirnya tulisan tentang mentoring terakhir #BeraniMengubah! =)

Jadi, mentoring sesi terakhir adalah saatnya saya dan tim (William SB dan Anita Rijadi; Gladys berhalangan hadir) sharing ide SMILE FOR THE FUTURE. Berangkat dari pengalaman pribadi saya tentang depresi, saya membawa ide untuk membangun lingkungan yang sehat dan bisa menyikapi depresi dengan lebih baik. Tidak perlu menyembuhkan depresi, tapi setidaknya tidak membuat gejala yang dialami individu dengan depresi menjadi lebih parah. Kegiatan ini nantinya akan berwujud workshop terhadap remaja SMA yang diikuti dengan melakukan kegiatan yang akan mereka rancang sendiri untuk menyebarkan hasil workshop. Continue reading “18 Maret 2012 – Mentoring #5 Program #BeraniMengubah =)”

Advertisements

11 Maret 2012 – Operasi semut Perdana & Mentoring #4 Program #BeraniMengubah =)

Tanggal 11 Maret kemarin itu adalah hari yang seru buat saya! Kenapa? Karena saya akan berkegiatan seharian dengan kondisi badan yang baru saja sembuh dari sakit (masih radang tenggorokan sih hehehe). Seru aja, jadi tantangan kecil tersendiri untuk saya. =)

OPERASI SEMUT PERDANA

Saya datang sekitar pukul setengah 9 di Seven Eleven dekat GI (janjiannya di sana). Saya menunggu dan gak lama kemudian Umen dateng dengan tim-nya. Lalu terlihat beberapa peserta mulai registrasi. Saya go with the flow aja. Rencana berubah memang akhirnya, tidak jadi Bundaran HI ke Monas, tapi dari Sevel ke Bundaran HI, putar balik dan jalan sampai ke titik awal lagi. Di otak saya, oke… jalurnya gak jauh ternyata. Sip! Saya menunggu sampil jeprat jepret dan laporan pandangan mata ke tim #BeraniMengubah di twitter. Terus sempet ketemu orang B Channel yang wawancara Umen. Ternyata dia ngenalin saya karena sempet wawancara saya di Learning Lounge dulu, jadilah saya ikutan diwawancara tentang pendapat saya mengenai Operasi Semut. Dia tanya… bakal beda ga? bakal efektif ga? Saya bilang… kita lihat sajaaaa, tapi saya yakin ya! =)

Sekitar pukul 9.15, Umen briefing peserta terkait jalur dan perlengkapan. Kita dibagikan sarung tangan dan trash bag. Daaann… Operasi Semut perdana resmi dilakukan!!! =D

Seru gilak!!! Ini orang-orang ngeliat sampah seneng banget! hahahaha. Ada beberapa hal unik yang menjadi catatan saya. Misalnya, sampah paling ngegemesin itu buat saya ada 2: puntung rokok dan tusuk gigi. Puntung rokok yang uda kecil-kecil itu buanyaaakkk banget. Tusuk gigi, kecil gitu, tipis, kadang suka terlewatkan dan gak kepungut, jadi butuh lebih jeli. Terus ya, bete juga kalau ada sampah yang disempilin di semak-semak tumbuhan. Itu rese parah!!! Kenapa??? yang disempilin itu banyak dan berserakan banget! Rasanya, saya bisa empati sama pemulung sekarang! Lalu, hal lainnya adalah di car free day itu, di mana PASTI banyak orang yang makan dan minum di sana… tempat sampah-nya minim sekali!!! Jadi sempat saya bantu peserta membuang pecahan beling teh botol (gak tau itu iseng apa gimana), dan itu mesti saya bawa berjalan sampai nemu tempat sampah (dan tentunya mengorek tempat sampah untuk dapat kertas dan plastik untuk bungkus pecahannya). Tapi, saya senang sekali melihat beberapa orang yang ikut bantu memungut sampah! Bener! Seneng rasanya deh! =D

Hari itu bener-bener membuat saya jauh lebih menghargai pemulung, dinas kebersihan, kepedulian untuk membuang sampah pada tempatnya!

Ini ada foto dokumentasinya (yang pernah saya publish via twitter juga. =)

MENTORING #4

Setelah selesai Operasi Semut, saya langsung menuju GKBI dengan menggunakan Trans Jakarta untuk mengikuti sesi mentoring ke-empat. Hari ini Alika akan presentasi tentang LANDA Centre.

Dan hari ini kita kedatangan guess mentor yang sharing pengalaman super gokil-nya; Mas Doge (Sanggar Anak Akar) dan Mba Ozka (Shoe Box Project). Sanggar Akar sudah tidak asing bagi saya, berhubung Mas Doge sudah sempat menjadi sayass mentor di mentoring kedua. Tapi hari itu, saya menjadi lebih banyak mengenal Sanggar Akar secara mendetail, termasuk kurikulumnya. Mba Ozka dengan Shoe Project-nya… left me speechless there. I really mean speechless. Analogi kotak sepatu rasanya sangat tepat, bahwa mereka yang tidak beruntung (kotak sepatu) ada supaya kita menjadi berguna (sepatu) –> “Karena sepatu yang membutuhkan kotak, bukan sebaliknya”. Keren! Dan salah satu hasilnya adalah buku “Kaki Mimpi” yang berisi seratus cerita anak-anak tentang mimpi mereka dan juga cara bagaimana mereka bisa mencapainya (jadi inget Kotak Mimpi hehehe <– klik di bagian atas blog ini).

Personally, saya menanti-nanti presentasi Alika memang. Menurut saya, program yang dia rancang itu unik dan kompleks. Sangat menantang untuk dijalankan! Dan setelah mendengar presentasi Alika, saya berpikir ide ini… GREAT!!! Bener kata Pandji, ide ini mengingatkan akan film Up, di mana generasi tua membagikan ilmu-nya pada generasi muda. Melalui proses itu, kedua generasi akan mendapatkan benefit (generasi tua self-esteem, self confidence-nya akan meningkat… saya lebih setuju bilang bahwa kegiatan ini membantu tahapan perkembangan psikososialnya generasi tua; generasi muda akan mendapatkan ilmu dan juga hal yang menurut saya generasi muda jaman sekarang mulai buta, sejarah).

Menurut saya, Alika mempersiapkan plan-nya dengan cukup baik dan udah nemu inti cerita (key) yang ingin disampaikan, tapi masih ada hal-hal yang perlu dipastikan dan diperhatikan. Hal-hal itu terkait desain budget juga. Banyak sekali insight yang dibagikan Mas Angga Sasongko, Mas Shafiq, dan Pandji terkait desain budget. Mba Ruri juga ikut mengkritisi dengan sangat oke! Desain budget ini pada intinya harus dibuat secara rinci terkait detail program. Jadi bisa tahu jelas berapa dana yang sudah dikeluarkan untuk hari H, persiapan, dan yang habis untuk inventaris. Mas Angga menuliskan ada hal-hal yang habis sekali pakai, yang bisa dijadikan inventaris, dan yang menjadi wish list. Wish-list ini biasanya dipenuhi melalui networking. Pandji memberikan contoh super konkrit terkait pendanaan event Musicera (untuk Yayasan Pita Kuning) yang… hanya mengeluarkan modal tidak lebih dari pulsa telepon 100.000, tetapi berhasil menghasilkan uang sebesar 35 juta Rupiah.

Mentoring kali ini rasanya cukup menjawab hal-hal terkait finansial yang memang saya (dan juga peserta lainnya) butuhkan untuk melakukan gerakan sosial. Tidak sabar dengan minggu terakhir, sekaligus tidak ingin cepat selesai! =)

Continue reading “11 Maret 2012 – Operasi semut Perdana & Mentoring #4 Program #BeraniMengubah =)”

Photo Session 5 Pemenang #BeraniMengubah

Atas (kiri ke kanan): Damar, Alika, Jessica
Bawah (kiri ke kanan): Kojek, Umen



Kiri ke kanan: Umen, Damar, Alika, Jessica, Kojek

26 Februari 2012 – Mentoring ke-3 #BeraniMengubah

Puji Tuhan, internet sudah mulai membaik, jadi saya bisa menulis dengan cukup nyaman kali ini (dengan komputer). Hari ini mentoring yang mungkin paling seru, paling bikin cape otak, paling bikin semangat bagi saya. Kenapa?

Paling bikin cape otak karena kali ini lebih banyak diskusi ketimbang sharing dari para mentor.
Paling bikin semangat karena diskusinya sangat inspiratif dan tentunya karena mentoring kali ini SERU!

Paling seru karena saya mencoba hal baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya: nge-rap dan spontan! Sejauh saya hidup (bahasa macam apa ini???), nyanyi aja terkadang dibilang belum minum obat, ini nge-rap dan spontan pula!
Kenapa bisa tiba-tiba nge-rap??? Hehehe… Karena yang presentasi kali ini adalah Kojek si Rapper Betawi! Kojek presentasi terkait programnya yang berjudul “Si Kecil Untuk Bangsa Yang Besar” (SKUBYB –> Kata Pandji mirip lagu… Skubybdoo bybdooo, where are you~~~). Program SKUBYB ini memiliki goal yang keren banget! Kamu pernah merasa bosan, jengkel, bete, atau miris dengan anak kecil nyanyi-nyanyi lagu orang dewasa? Atau pernah merasa… ke mana ya hilangnya lagu anak-anak? SKUBYB adalah sebuah program di mana Kojek dan tim-nya mencari anak-anak rumah singgah yang akan menulis lagu mereka sendiri (tentunya lagu anak-anak) dan akan direkam serta dipublikasikan ke masyarakat. Harapannya, ketika mereka terekspos di media dan sebagainya, akan ada pihak-pihak yang tertarik dan bisa memberikan beasiswa kepada mereka. Gimana supaya mereka tertarik? Itulah salah satu hal yang dibahas dan didiskusikan hari ini! =D

Continue reading “26 Februari 2012 – Mentoring ke-3 #BeraniMengubah”

19 Februari 2012 – Mentoring #2 Program #BeraniMengubah =)

Baiklah… Semoga postingan kali ini bisa terupload dan dibaca dengan baik. Mungkin saya akan menambahkan gambar-gambar nanti. Percaya atau tidak, ini saya tulis dan post dari HP saya berhubung layanan internet sangat mengecewakan bulan ini hehehe.

Mentoring kedua #BeraniMengubah pada tanggal 19 lalu sangat menambah wawasan terkaitprogram #BeraniMengubah sendiri dan Coca Cola sebagai mitra kerja sama. Kalau dulu saya sempat berpikir ini adalah CSR Coca Cola, sekarang pemahaman saya berbeda. Program ini terkait dengan program Live Positively milik Coca Cola. Saya sendiri sangat menyukai filosofi yang ada di balik semua pemikiran, ide, program kegiatan Coca Cola. Semua hal yang dilakukan Coca Cola memiliki dasar pemikiran yang matang. Mba Ruri menjelaskan semuanya dengan sangat baik! Saya sendiri sangat ‘wah’ dengan bagaimana plastik bekas coca cola dikelola (kalau masih oke maka akan digunakan lagi, kalau sudah tidak bisa digunakan lagi akan dijadikan bahan kaos atau tas atau hal lain).

Kemudian sesi presentasi dimulai! Presentasi kali ini adalah presentasi program milik Damar terkait pemberdayaan ekonomi. Program Damar adalah terkait Dapur Kita. Menurut saya, program ini KEREN! Dapur kita bukan cuma tentang masak dan makan bersama untuk masyarakat menengah ke bawah. Program ini memiliki tujuan yang lebih jauh yakni membuat masyarakat menjadi lebih mandiri dalam menghidupi diri mereka. Jadi, masyarakat yang terlibat pada akhirnya akan mampu untuk mengelola warung mereka sendiri. Sejauh ini, konsep kegiatannya menurut saya sudah baik. 😀

Continue reading “19 Februari 2012 – Mentoring #2 Program #BeraniMengubah =)”

11 Februari 2012 – First mentoring program #Beranimengubah

Holaaaaaa… kayaknya udah agak lama saya gak update blog ya? Belakangan ini saya tetap sibuk dengan training dan team building, termasuk memulai pertemuan dengan beberapa tim inti untuk merancang bentuk dan dana program Smile For The Future.Harapannya sih, waktu mentoring pertama sudah punya gambaran lebih detil terkait project saya. Menjelang mentoring, saya deg-degan sendiri karena bentuk project saya tetap sama tapi ada detil yang sedikit mengalami perubahan. Tapi… kita lihat saja deh di mentoring nanti, siapa tahu ada insight-insight baru. =)

 

Tanggal 11 pagi kemarin adalah mentoring pertama. Pertama kali bertemu dengan teman-teman finalis yang seru-seru (Alika, Damar, Umen, Kojek). Saya juga bertemu dengan Pandji (pemrakarsa program #Beranimengubah, sekaligus Batman kalau malam #katanya), Mas Shafiq (mentor yang gue inget dengan bagan business plan-nya), Kak Angga (mentor yang rasanya pengalamannya gak kalah gokil), Pak Hasroel (dengan berbagai alternatif yang unik terkait lingkungan), dan Mas Robi (dengan penjelasan ”story telling”-nya yang membuat saya mendadak teringat akan Archetype).

Buat saya, pertemuan mentoring pertama cukup membuat otak saya bekerja menyerap pengetahuan baru dan juga merefresh sebagain pengetahuan dasar yang sebelumnya pernah saya dapatkan.

Pertama-tama, mentoring dengan Mas Shafiq adalah terkait prinsip dasar dalam membuat sebuah gerakan, bukan gebrakan. Gebrakan mungkin booming di awal, tapi gerakan akan menjadi sebuah hal yang wajib dimaintain karena berkelanjutan hingga goal tercapai.

Dalam membuat sebuah gerakan, ada 3 hal yang harus diperhatikan: Continue reading “11 Februari 2012 – First mentoring program #Beranimengubah”

Ini dia finalis #Beranimengubah Coca Cola ID